Ketika ruang eksplorasi tak didapat dengan benar, anak akan menjadi kurang pergaulan.
Carissa Putri, ibu Quenzino Acana Naif (2,5 tahun), bercerita dengan gembira. Ketika memasuki usia satu tahun hingga kini, si buyung memiliki rasa ingin tahu yang besar. Ingin tahu ini dan itu, mencoba ini dan itu.
Terkadang ada rasa khawatir dia akan jatuh atau sakit ketika mencoba hal baru.
Namun, ia ingin Quenzino menjadi laki-laki yang mandiri dan penuh percaya diri ketika dewasa. Maka, ia pun belajar untuk berani melepas si kecil dengan tetap berada di sampingnya untuk memberikan dukungan.
Kini ia percaya diri melepas anaknya bermain tanpa takut jatuh, sakit ataupun kotor. Dia membiarkan anaknya bereksplo rasi.
Apalagi anaknya itu sangat menyukai bermain dan melakukan aktivitas di luar ruangan yang berkaitan dengan alam. Anak nya ini juga menyukai hewan, bahkan dia memiliki hewan peliharaan salah satunya bu rung.
Anaknya juga sering bermain kotor-kotoran, main di rumput, main hujan dan lain nya.
"Sebenarnya ada takutnya, tapi saya ingin anak bisa eksplorasi berani sama alam, tidak menjadi anak penakut, tidak menjadi anak yang tidak mau disuruh ini itu. Jadi Saya harus membiarkan dia berani mencoba hal-hal yang baru," jelasnya kepada wartawan dalam acara Nestl? DANCOW Excelnutri Explore The World yang diselenggarakan Nestl? DANCOW 1 di Jakarta, belum lama ini.
Quenzi amat menyukai bermain di luar. Ia menyukai hewan, bermain main di rumput, dan main hujan. Jatuh, kulit lebam biru, bahkan luka sobek saat terjatuh sudah pernah dirasakannya. "Jadi dia tahu mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak," ujar bintang film Ayat-Ayat Cintaini.
Ruang bereksplorasi Psikolog, Ratih Ibrahim menjelaskan cinta yang utuh dari ibu dan ayah adalah cinta sejati. Namun, mencintai anak bukan hanya memberikan apa yang disukainya, tapi juga apa yang dibutuhkannya. Agar bisa menjadi pintar dan sukses, anak butuh bereksplorasi.
De ngan bereksplorasi, anak perlu belajar banyak.
Nah untuk itu ayah dan ibunya harus memiliki rasa percaya diri. Dengan rasa percaya diri ayah bunda bisa memberi ruang pada anak-anak untuk mandiri. Jadi, tidak menempel terus pada ayah bundanya. Dia akan berani bereksplorasi, berani belajar, dan dengan demikian anak kita, mudah-mudahan jadi anak yang betul-betul tangguh. "Kepercayaan diri bunda dan ayah adalah kunci bagi si kecil untuk bereksplorasi secara optimal dan mandiri," jelasnya.
Saat memberikan ruang bagi anak bereksplorasi Ratih mengajak orang tua untuk instrospeksi diri. Apakah Anda tipe orang tua yang bisa tenang saat anaknya bereksplorasi, atau tipe yang banyak melarang.
Itu akan terlihat saat kita membawa anak ke dalam kegiatan eksplorasi.
"Memberi ruang anak bereskplorasi tetap ada aturan mainnya. Tergantung perkembangan usia anak," ujar Ratih.
Anak akan mulai bereksplorasi saat ia sudah bisa berjalan atau masuk masa toddler hood yaitu antara usia satu sampai lima tahun. Pada usia ini mengalami pertumbuhan tubuh dan otak yang amat pesat. Mereka bisa berjalan sendiri, melakukan banyak aktivitas secara mandiri. "Disebut juga usia bermain, usia bereksplorasi, dan usia bertanya," ungkap Ratih.
Anak yang sudah bisa berjalan harus diberi ruang untuk beraktivitas. Dia mulai berjalan, mulai memegang-megang, lingkupnya mulai menjadi luas. Dia mulai melatih kemampuan mengenal orang, mengenal benda di sekitarnya, mulai berbicara dan lain-lain.
Tiga aspek berguna Anak usia satu tahun ke atas, mengalami berbagai perkembangan. Untuk perkembangan fisik, si kecil aktif bergerak, dia mulai senang berjalan-jalan, memanjat, lari . Sementara secara psikologis, si kecil memiliki rasa ingin tahu yang besar. Si kecil senang mengamati, menyentuh, mencoba, dan bertanya tentang hal baru. "Anak usia ini mulai banyak bertanya, ini apa, ini siapa, bukan karena nggakingat-ingat tapi karena butuh untuk terus `menyangkut'. Karena itu orang tua harus menjawab," tambahnya.
Sedangkan perkembangan secara sosial, si kecil peka terhadap emosi orang di sekitarnya. Si kecil senang memandangi wajah orang lain dan meniru ekspresi wajah. Anak ce rewet, ibu dan ayahnya pasti cerewet. Bukan hanya itu, ia tertawa ketika orang lain ter tawa.
"Tiga aspek itu berguna untuk anak eksplorasi. Eksplorasi menjadi kebutuhan si kecil agar dapat tumbuh dan berkembang optimal, si kecil butuh perlindungan agar dapat bereksplorasi dan memenuhi target tumbuh kembangnya," ujarnya.
Ketika ruang eksplorasinya tidak didapat dengan benar. Anak menjadi kurang pergaulan. Namun, Ratih mengingatkankan, memberikan ruang eksplorasi bukanlah dengan sembarang melepas anak. Ayah bunda harus yakin bahwa si kecil mendapat perlindungan yang sungguh-sungguh baik.
Menurut Ratih, eksplorasi itu membantu anak mengembangkan berbagai kemampuannya. "Dengan bertanya dia berkomunikasi, dia nyambungdengan orang di sekitar, dengan dia nyambungberarti kecerdasan sosial emosional terbangun, emosi jadi bagus, anaknya menjadi luwes, bergaul dengan orang-orang lain seumur dia maupun dewasa, dia jadi pintar memilah mana orang baik mana yang tidak, mana yang bisa dipercaya dan nggak.
Dia jadi mandiri, aspek kognitif dan kreativitas si kecil akan tumbuh," ujarnya.
Membekali anak Ada tiga hal yang bisa jadi bekal perindungan tumbuh kembang si kecil. `'Kecukupan nutrisi, attachment, dan stimulasi,'' kata psikolog tamatan Universitas Indonesia ini.
Untuk bisa bereksplorasi, badan anak haruslah sehat. Sementara modal badan yang sehat adalah nutrisi yang cukup. Kecukupan nutrisi, mendorong pembentukan daya tahan tubuh si kecil, membantu tumbuh kembang otak, menjadi penentu pertumbuhan fisik yang baik pada si kecil. Si kecil bisa bereksplorasi dan belajar secara optimal.
Sedangkan attachment adalah ikatan emosional timbal balik antara anak dengan ibu dan ayahnya. Bila anak punya attachmentyang baik dengan ayah bundanya maka anak memiliki emosi yang positif. `'Ruhnya diisi oleh kita,' katanya.
Attachment positif akan menumbuhkan pengalaman emosi positif dan rasa aman, terindungi pada si kecil. Rasa aman tersebut dibutuhkan untuk membangun basic trust si kecil. "Basic trust adalah cara si kecil memandang dunia di sekitarnya secara baik dan membuatnya menjadi mandiri. Anak- anak yang attachment-nya bagus basic trustnya bagus, jiwanya sehat," ujarnya Stimulasi akan mengembangkan seluruh aspek kecerdasan dan kreativitas si kecil, serta semua bakatnya. Menstimulasi anak, jelas Ratih, adalah dengan menyediakan ruang untuk bereksplorasi. Lewat stimulasi, ayah bunda bisa membantu si kecil mencapai seluruh target tumbuh-kembangnya secara optimal. Oleh Desy Susilawati, ed: Nina Chairani
Perhatikan Tumbuh Kembang Otak Si Kecil
Untuk mendukung eksplorasi si kecil, pakar nutrisi Sari Sunda Bulan AMG mengingatkan pentingnya memperhatikan nutrisi bagi tumbuh kembang otak. Membantu tumbuh kembang otak, membuat anak menjadi lebih pintar serta mencegah berbagai penyakit.
Parameter penting si kecil, pertumbuhan fisik anak, anak mencapai tiga kali berat lahirnya di usia 1 tahun dan tingginya mencapai 50 persen tinggi dewasanya pada usia dua tahun. Untuk pertumbuhan fisik, nutrisi yang dibutuhkan adalah protein.
Protein merupakan komponen esensial dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain itu, juga diperlukan kalsium yang berperan dalam pembentukan dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi.
Sementara usia dua tahun ukuran otak anak sudah mencapai 80 persen berat otak dewasanya.
Untuk itu dibutuhkan nutrisi untuk perkembangan otaknya. Di antaranya adalah minyak ikan sebagai sumber DHA, omega 3, dan omega 6.
Untuk mendukung masa eksplorasi si kecil yang menginjak 1 tahun, asupan gizi yang seimbang dan sesuai tahapan usia sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang optimal. Hal ini antara lain dapat dicapai dengan mengikuti piramida makanan. Oleh karena itu, untuk memastikan gizi dapat diserap dengan baik oleh tubuh, maka kesehatan saluran cerna perlu dijaga. Kesehatan pencernaan penting jadi perhatian karena fungsinya untuk mengolah gizi selain perannya sebagai organ imunitas terbesar.
Tantangan bagi anak-anak di Indonesia adalah penyakit infeksi, seperti ISPA, diare, dan lainnya.
Karena itu, berikan nutrisi perindungan sebagai fundamental tumbuh kembang si kecil yang optimal.
Nutrisi untuk perlindungan, nutrisi untuk kesehatan saluran cerna. Serat pangan,misalnya inulin, bakteri baik, strain spesifik (Lactobacillus rhamnosus dan Bifidobacterium longum), vitamin A, C, E, juga mineral selenium dan zink. "Sebanyak 80 persen sistem daya tahan tubuh terdapat di saluran cerna. Kolonisasi bakteri baik penting untuk pematangan sistem daya tahan tubuh di saluran cerna," jelasnya.
Source → Dukung Eksplorasi Anak
