Republika/Rakhmawaty La'lang
PPP berkewajiban mempertahankan pemerintahan Jokowi- JK hingga 2019.
JAKARTA -- Sekretaris Jenderal PPP Romahurmuziy (Romi) mengajak Ketua Umum PPP hasil muktamar Jakarta, Djan Faridz, untuk sama-sama membangun partai berlambang kabah tersebut. Konsolidasi internal dari pusat hingga ke bawah diharapkan dapat membuat mesin partai lebih kuat.
"Karena itu, kami kembali ke titik kilometer 0. Rekan-rekan petinggi hasil muktamar Jakarta, amar makruf nahi mungkar bisa diwujudkan bila bersama-sama dengan pemerintah," ujarnya dalam muktamar di Asra ma Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (8/4).
Lebih lanjut, Romi menjelaskan sikap PPP terhadap pemerintahan Jokowi-JK. Pihaknya ingin menjadi bagian dari Indonesia yang berdaulat.
Lang kahnya diperhitungkan dan bermanfaat bagi negara. PPP berkewajiban mempertahankan pemerintahan Jokowi-JK hingga 2019.
Dia mengungkapkan, muktamar ini akan menjadi awal konsolidasi nasional PPP. Muktamar ini akan diikuti dengan musyawarah di setiap jenjang kepengurusan PPP di seluruh Indonesia.
PPP sudah mengalami perjalanan yang panjang dan berliku sebelum menggelar muktamar VIII ini. Termasuk, dengan meminta bantuan kepada pemerintah melalui mediasi yang dilakukan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Mediasi ini dibutuhkan terkait konflik kepengurusan yang ada di dalam partai berlambang Ka'bah tersebut.
"Kami membutuhkan 106 kali pertemuan, apakah itu formal, nonformal, mediasi, ataupun pertemuan dengan pemerintah," ujar Romi.
Romi menambahkan, sebenarnya tidak patut bagi sebuah partai politik meminta bantuan pemerintah untuk melakukan mediasi sengketa kepengurusan. Hal ini pun diharapkan tidak terjadi lagi pada masa mendatang.
Selain dihadiri petinggi PPP, termasuk tokoh senior KH Maimoen Zubair (Mbah Moen), acara pembukaan Muktamar VIII PPP itu juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.
Presiden didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menkumham Yassona Laoly, dan Ketua DPD Irman Gusman.
Sementara, dari anggota Fraksi PPP di DPR, dari 37 anggota, ada seki tar 25 orang yang hadir. Kedatangan Presiden dan Menkumham itu semakin menguatkan legitimasi dari penyelenggaraan muktamar VIII tersebut meski sempat diwarnai demonstrasi oleh loyalis Djan Faridz yang enggan mengakui muktamar rekonsiliasi ini.
Dalam muktamar yang dihadiri oleh sekitar 1.641 kader ini, ada 1.051 orang yang memiki hak suara. Rencananya, muktamar akan digelar selama tiga hari, dari 8-10 April.
Presiden Jokowi mengungkapkan alasan dirinya hadir dalam Muktamar VIII PPP di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta. Padahal, selama ini PPP terpecah menjadi dua kubu, yaitu kubu Romahurmuziy serta kubu Djan Faridz. Pertama, karena Presiden bertanya, Kiai Maimun Zubair datang atau tidak. Panitia menyatakan Kiai Maimoen akan hadir.
Kedua, lanjut dia, ketika membaca undangan yang diberikan oleh panitia muktamar, Jokowi melihat yang menandatangani undangan tersebut adalah Suryadharma Ali dan Romahurmuziy sebagai ketua umum dan sekjen muktamar VII di Bandung. Jokowi meyakini muktamar yang diselenggarakan benar-benar untuk islah.
Menurutnya, sejak didirkan pada 1973, PPP memiliki sejarah khusus, yaitu sebagai penegak kedaulatan dan pilar pemersatu bangsa. Oleh karena itu, PPP tidak boleh tergores, retak, apalagi pecah hanya karena konflik internal. "Karena itu, harus ada konsolidasi nasional. Saya yakin PPP matang dalam menyelesaikan masalah," ucapnya.
Jokowi meminta, kader PPP jangan menghabiskan energi hanya untuk perdebatan, ribut-ribut, serta konflik yang tidak perlu. Sekarang memang era kompetisi, tapi bukan antarkelompok di partai ataupun antarpartai.
Jokowi berharap tidak ada lagi yang pergi ke Menkumham. Kalau ada pengurus yang ke Istana, berarti memperkenalkan pengurus yang baru.
Presiden mengimbau jangan ada lagi kubu yang terpecah di internal. Partai harus solid agar politik berjalan dengan baik.
Sementara, Kiai Maimoen Zubair mengungkapkan hal serupa mengapa dirinya datang. Padahal, selama ini Mbah Moen disebut-sebut enggan menghadiri muktamar.
"Saya datang karena Presiden datang. Oleh karena itu, semoga niat islah dan muktamar yang sesungguhnya terlaksana. Kita telah menjalani dua kali muktamar, mudah-mudahan ini menjadi muktamar yang dimuliakan," katanya. rep: Eko Supriyadi, Reja Irfa Widodo, ed: Erdy Nasrul
Source → Romi Ajak Djan ke Titik Nol
